Redirect 308: Apa itu, dan kapan harus digunakan?

Sebagai seseorang yang setiap hari berkutat dengan strategi SEO, Saya sering mendapati pertanyaan yang cukup membuat saya menggaruk kepala, yang tidak gatal, terkait HTTP Respond Code, terutama berkaitan dengan redirections.

Dalam beberapa kondisi implementasi strategi SEO, kita diharuskan untuk melakukan redirections, apalagi jika berkaitan dengan revamp website yang membutuhkan pengalihan konten ke URL yang berbeda dari versi lama.

Metode HTTP redirection yang kalian akan temui terkait redirection adalah 301, 302, dan 308.

Oke, 301 dan 302 mungkin sudah atau pernah kalian dengar, tapi 308?

Tentang 308 Permanent Redirection

Ya, kalian tidak salah baca, 308 termasuk kedalam permanent Redirection. Tapi apa bedanya, mengingat kode HTTP Respond 301 juga berarti permanent redirections ?

Kalimat selanjutnya mungkin bersifat teknis, jika kalian belum paham soal HTTP Request, ada baiknya kalian membaca artikel berikut ini. Pastikan dibaca dulu, dipahami, dan baru deh kalian bisa kembali ke artikel ini, ya!

Baca dulu: HTTP Request, apa itu dan pentingnya dengan proses SEO ?

Saya asumsikan kalian sudah selesai membacanya, dan kembali dengan pemahaman yang cukup untuk memproses informasi selanjutnya, mari kita teruskan.

Seperti yang dijelaskan, dalam proses HTTP Request, saat kita mengetikan URL pada browser dan menekan “Enter”, browser akan mengirimkan perintah GET kepada server tempat kita menyimpan web agar mendapatkan isi dari konten URL.

Jika proses ini berlangsung sukses, tentu kita akan mendapati status HTTP Request dengan kode 200 (OK). Jika tidak berhasil karena alamat sudah tidak ada di server, maka kita akan mendapati status HTTP Request dengan kode 404. Lalu bagaimana dengan redirect?

301 vs 308, dimana bedanya?

Walau keduanya sama-sama permanent redirect, namun saat melakukan HTTP Request, 301 akan mengirimkan perintah GET, sementara 308 mengirimkan perintah POST.

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya pula, HTTP Request dengan perintah POST diperuntukan saat kita ingin mengirimkan informasi yang bersifat sensitif, seperti informasi Login, atau informasi yang penting bagi sistem web kita agar bekerja dengan optimal.

Sedangkan HTTP Request dengan perintah GET diperuntukan untuk semua jenis permintaan yang tidak membutuhkan informasi yang bersifat sensitif/general.

Kapan harus pakai 308 Permanent Redirect?

Karena metodenya HTTP Requestnya yang berbeda, redirect 308 digunakan saat kita perlu mengirimkan informasi yang sensitif ke URL yang baru.

Contoh umumnya adalah saat kita berbelanja di marketplace atau situs ecommerce tanpa login terlebih dahulu.

Tanpa login, kita masih bisa memasukan barang yang ingin kita beli ke keranjang belanja, betul? Saat hendak melakukan check out, kita pasti akan diarahkan untuk melakukan proses login (redirect). Lalu apakah artinya barang belanjaan yang sudah masuk ke keranjang belanja tadi hilang? Tentu tidak, hal ini terjadi dengan bantuan 308 Redirect.

Berkaitan dengan SEO, mana yang lebih baik?

Jika halaman yang akan kalian alihkan membutuhkan informasi yang bersifat sensitif, maka 308 Permanent merupakan pilihan terbaik. Namun jika tidak membutuhkan informasi yang bersifat sensitif, maka 301 bisa diimplementasikan dalam strategi redirection kalian.

Redirect 308: Apa itu, dan kapan harus digunakan?
Scroll to top