Kenapa, Sih, Website Harus Mobile Friendly

Kenapa, Sih, Website Harus Mobile Friendly

Tentu bukan sebuah hal yang aneh mengingat sekarang manusia sudah menjadikan smartphone sebagai salah satu perangkat yang wajib dimiliki, sehingga jika anda masih bertanya “kenapa website harus mobile friendly agar memenuhi kaidah SEO Friendly” maka jawabannya sudah sangat jelas.

Bahkan melalui twitter yang disampaikan oleh akun @googlesearchc sejak 5 Maret 2020, mereka sudah menerapkan mobile first indexing, yang berarti website yang mobile friendly akan diutamakan masuk ke halaman hasil pencarian.

Mobile-first Indexing di Google akan menjadi yang terpenting. Googlebot sudah menghiraukan (website) versi desktop, dan mengutamakan (website) versi mobile-phone, yang banyak digunakan oleh kita. Penasaran dengan hal tersebut? Baca artikelnya pada halaman blog kami!

Google.com

Baca artikelnya melalui tautan berikut : Google Mobile-Fist Indexing

Tapi melalui jurnal ini, saya ingin menjelaskan secara dasar dan prinsip, semoga bisa membantu menjawab pertanyaan “apa alasan website harus mobile friendly” dan kaitannya dengan Search Engine Optimizations.

Search Engine vs. Social Media

Tidak bisa kita pungkiri, kedua media ini berpengaruh terhadap perkembangan kebiasaan manusia. Bagaimana search engine mampu membantu banyak orang menyediakan informasi, atau setidaknya menyediakan solusi untuk masalah yang kita ketik dalam search box google.

Begitupun Social Media, yang mampu menjadi perombak batasan sosial. Kita bisa menjadi begitu dekat dengan seorang publik figur atau teman kita yang berbeda zona dalam perspektif waktu dan jarak, bisa dengan bebas berkomentar dan berinteraksi, hingga membentuk opini dan asumsi, yang berujung “pembunuhan karakter” di dunia maya.

Terlepas dari itu semua, ini masalah bisnis, dan kedua media tersebut ingin menjadi pelopor dengan menarik audiens/pengguna sebanyak-banyaknya, se-sering-seringnya.

Dari datareportal, per January 2021, 53.6% pengguna internet aktif global mengakses social media. Yang berarti, arus informasi akan banyak di dominasi dan tersebar di platform seperti LinkedIn, Instagram, Facebook, TikTok, dan lainnya. Dimana platform-platform tersebut bisa dengan mudah di akses dalam bentuk aplikasi yang mobile friendly.

Sumber: datareportal.com/reports/digital-2021-global-overview-report

Bagi search engine, mungkin ini adalah sebuah kabar yang tidak menggembirakan. Karena user akan lebih sering menerima informasi dari platform sosial media, daripada mencari di Search Engine.

Definisi Mobile Friendly

Mobile Friendly adalah website yang secara User Interface dan User Experience (UI/UX) tampak baik dan nyaman saat diakses dari perangkat mobile device, dalam hal ini perangkat smartphone (HP).

Dalam pengembangan website yang mobile friendly, sebenarnya di bebankan kepada CSS, sehingga saat website di akses oleh perangkat mobile atau memiliki screen size tertentu, maka CSS akan menyesuaikan tampilan agar tampak nyaman.

Point penting mobile friendly

Dalam implementasinya, sebuah website yang mobile friendly setidaknya harus memenuhi prasyarat, seperti :

  • Mudah di akses dari berbagai kondisi jaringan internet pada perangkat mobile/hp.
  • Teks terlihat dan terbaca optimal dari perangkat mobile/hp.
  • Elemen-elemen tidak saling bertumpuk, termasuk seperti Call to Action button, image, dan elemen-elemen lainnya.
  • Jika ada iklan (ads) tidak menutup konten, sehingga mengurangi user experience.

Mobie Version vs. Responsive vs AMP, pilih mana?

Banyak dari mereka yang mulai belajar SEO, mungkin akan terjebak dengan pilihan: jadi saya harus bikin website yang seperti apa, apakah perlu bikin versi mobile (https://m.domain.com), atau apakah responsive cukup, atau apakah perlu menyediakan halaman accelerated mobile page, amp (https://domain.com/amp/) agar mobile friendly?

Tentu jawaban saya akan sangat diplomatis, “Pilih sesuai kebutuhan dan strategi”. Mengapa demikian? coba simak perbandingan kelebihan dari masing-masing versi.

Mobile Version: Kelebihan dan Kekurangan

Mobile version biasanya identik dengan menyediakan satu buah sub domain yang bisa diakses oleh perangkat mobile, umumnya memiliki struktur seperti ini https://m.domain.com/.

Saat audiens mengakses domain.com, server akan memeriksa ukuran layar, jika memenuhi syarat ukuran layar smartphone atau mobile device (bisanya memiliki lebar sekitar 350pixel) maka server akan mengarahkan audiens ke domain https://m.domain.com. Hal ini memungkinkan dilakukan oleh sebuah kode pada tahapan http request.

KelebihanKekurangan
1. Bisa menggunakan CSS dan struktur kode yang lebih ringan dibandingkan dengan versi Desktop1. Butuh developing Kode yang berbeda (CSS), artinya perlu effort 2x dari sisi koding
2. Size kuota yang harus di request jadi lebih optimal, karena meminimalisir animasi, ukuran gambar/media juga jauh lebih ringan.2. Berpotensi menimbulkan duplikasi/duplicate, jika tidak ditangani dengan canonicalized yang tepat.
3. Bisa membedakan user acquisition dari device mobile vs desktop, dan membantu strategi marketing dalam hal user segementation3. Butuh membedakan Search Console antara mobile version (m.domain.com) dengan desktop version (domain.com), karena keduanya dianggap dua properti yang berbeda

Accelerated Mobile Pages (AMP): Kelebihan Dan Kekurangan

Accelerated Mobile Pages adalah inisiasi yang di cetuskan oleh google (google project), dimana sebuah halaman/website versi mobilenya di optimasi lebih lanjut, dengan mengkompress berbagai ukuran file, css, dan script (biasanya JS), agar lebih ringan dari sekedar mobile version.

Karena melalui tahapan optimasi lebih lanjut, diharapkan audiens yang mengakses website tersebut menggunakan jaringan internet yang terbatas, tetap mendapat informasi secara utuh, tanpa harus menunggu loading script yang berlebihan.

KelebihanKekurangan
1. Jauh lebih ringan, karena tidak banyak request untuk download script atau file.1. Jika optimasi kompresi filenya gagal, kadang konten tidak bisa diakses, dan audiens hanya mendapatkan blank pages
2. Sempat di proiritaskan muncul di SERP, dan berpeluangan muncul di fitur Web Story2. Setelah di stop projectnya, hanya berpotensi muncul di web story
3. Mampu meningkatkan user acquisition karena menjangkau audiens lebih banyak, tidak dibatasi kemampuan coverage networking.3. Berpotensi menimbulkan duplikasi/duplicate, jika tidak ditangani dengan canonicalized yang tepat.

Responsive Version: Kelebihan Dan Kekurangan

Dibandingkan dengan dua versi di atas, Responsive adalah versi yang paling banyak di adaptasi oleh pengembang website/developer web. Mengingat website dengan mudah beradaptasi untuk berbagai media/screen size hanya dengan satu versi coding, baik desktop, mobile, bahkan tablet.

KelebihanKekurangan
1. Adaptif, sehingga tidak perlu membedakan versi domain atau sub folder untuk menyajikan konten ke berbagai perangkat1. Dalam proses development, butuh optimasi dari sisi User Intervace dan User Experience, agar terlihat optimal di berbagai perangkat
2. Tidak butuh membedakan tracker/properti di Search Console dan Analytic. 2. Butuh pemahaman dan analisa yang mendalam untuk mendapatkan insight dan behaviour dari berbagai user dalam multi device
3. Potensi pengembangan dari sisi marketing yang jauh lebih flexible3. Kadang resource untuk development bisa berbeda dengan objektif marketing, sehingga butuh diskusi dalam menentukan prioritas

Cara Cek Apakah Website Kalian Sudah Mobile Friendly

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan, apakah sekarang kalian penasaran, sudah mobile friendly-kah website kalian, atau bahkan belum?

Untungnya, google sudah cukup berbaik hati dengan menyediakan berbagai tools yang bisa diakses untuk memeriksa terkait Mobile Friendlyness. Kalian cukup akses ke https://search.google.com/test/mobile-friendly.

Saya akan buatkan artikel terpisah tentang apa yang harus kalian lakukan saat melakukan audit website kalian dengan tools ini, untuk itu, silahkan subscribe menjadi newsletter atau nyalakan push notification web ini, untuk mengetahui update terbarunya.

Kesimpulan

Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing version, Saya harap teman-teman mulai bisa menentukan hendak mengimplementasikan ke website. Jika di tanya saran terbaiknya, maka saya akan buat skala prioritas sebagai berikut:

  1. Jika teman-teman masih awam dengan coding, web development, dan SEO, maka responsive version merupakan jawaban pasti.
  2. Jika tujuan pembuatan web tersebut untuk mendulang adsense, maka saya rekomendasikan mobile version atau amp version, karena berdasar pengalaman, ads impression akan jauh lebih banyak muncul. DISCLAIMER: selama optimasi adsensenya tepat.
  3. Jika teman-teman punya resource yang besar, maka saya rekomendasikan untuk menerapkan Responsive dan dynamic Server Side Rendering.

Leave a Reply