Apa sih, sebenarnya, tugas seorang SEO Specialist?

Tiba lanjutan dari catatan sebelumnya, tentang apa itu tugas junior SEO.

Setelah 2 tahun belajar dengan doxadigital, Saya kemudian mendapat tawaran untuk bekerja di salah satu perusahaan media ternama, jalantikus.com.

Tentu tawaran yang sangat menggiurkan, bukan hanya dari sisi salary, tapi juga pengalaman yang luar biasa untuk menangani sebuah portal media dengan traffic yang minimal realtimenya bisa 6 ribu user per hari.

Di Jalantikus.com saya mendapatkan posisi sebagai SEO Specialist (note: sebenarnya jatuhnya sudah senior SEO, tapi jabatannya di sebut specialist.) Lalu apa yang Saya lakukan sebagai seorang Specialist? Semua itu saya bagikan kembali kedalam Planning, Executing, dan Evaluating.

Planning

  1. Membuat perencanaan konten bersama tim penulis untuk topik-topik yang akan di publikasikan tiap minggu.
  2. Melakukan riset query untuk topik-topik yang belum pernah di angkat dalam portal
  3. Melakukan analisa topik kompetitor, berdasarkan analisa Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threadness
  4. Melakukan audit mingguan untuk performa penulis, konten, dan website secara keseluruhan.
  5. Melakukan koordinasi dengan sales team terkait exclusive content placement untuk kebutuhan business, revenue stream, dan growth.
  6. Auditing kebutuhan offpage strategi, karena situs ini sudah cukup besar, biasanya offpage strategi dilakukan dengan content placement di beberapa partner. Terakhir, saya sempat melakukan kerjasama dengan kaskus, shopee, dan ucbrowser sebagai AGC.

Executing

  1. Melakukan assigment terhadap konten plan yang sudah di bentuk untuk pekerjaan selama satu minggu kepada penulis dan editorial
  2. Melakukan evaluasi kesesuaian tulisan dengan kaidah SEO content writing. Sesungguhnya pekerjaan ini sudah di bebankan kepada penulis, namun ada beberapa hal yang kadang butuh persepsi seorang SEO Specialist agar lebih “Gacorr”. Sehingga Saya, Zaky Afdika, dan SEO Editor, waktu itu di kerjakan oleh Satria Aji, akan memeriksa kembali konten-konten tersebut, dan melakukan “final tweak” terhadap artikelnya.
  3. Berkoordinasi dengan web developer terkait technical issue yang ditemukan, beserta dengan opsi perbaikan yang bisa dilakukan dalam kurun waktu sesuai dengan sprint.
  4. Meletakan konten placement ke partner.

Evaluating

  1. Melihat performa tulisan untuk dijadikan benchmark apakah perlu dilakukan pembaruan atau optimasi tingkat lanjut.
  2. Melihat performa penulis untuk ditinjau performa tulisannya, jika mengalami kemunduran kualitas dari sisi performance, maka dilakukan perencanaan untuk pelatihan penulisan dan editorial.
  3. Melaporkan goals completition kepada tim sales terhadap exclusive content placement dari client.
  4. Review perbaikan yang telah dilakukan oleh tim web development terhadap perkembangan performa situs, baik di Search Console, dan Google Analytics.

Apa yang Saya lakukan saat menjadi seorang SEO Specialist

Secara kultur dan jumlah tim, tentu bekerja di perusahaan media sekelas jalantikus.com merupakan tantangan. Karena saat bekerja di Doxadigital, saya hanya berkoordinasi dengan sejumlah kecil orang. Bisa dihitung maksimal 7 orang, dan itu termasuk ownernya.

Saat bekerja di jalantikus.com, setidaknya saya harus berkoordinasi dengan 7 penulis, 2 editorial, 3 social media, dan 4 web development. Itu belum termasuk Chief in Editor, sales team, creative and marketing team, dan CEO. Total 16 orang secara aktif yang setidaknya setiap hari saya harus berinteraksi dengan mereka.

Dari sini, tentu kalian sudah mendapatkan bayangan skill apa yang sebaiknya dimiliki. Untuk mempermudah, berikut Saya susun:

  • Managerial: sebagai seseorang yang berkoordinasi dengan banyak pihak, skill management tentu penting. Karena dengan management pekerjaan yang baik, menjadikan kalian mudah dalam berkoordinasi dan menentukan capaian-capaian dalam strategi SEO.
  • Komunikasi : Jalantikus.com bukan perusahaan lokal, sejatinya ownernya adalah Warga Negara Asing, sehingga beberapa tim di datangkan langsung dari negara asal tempat sang owner. Maka kemampuan berkomunikasi dengan mereka yang tidak familiar dengan Bahasa Indonesia, sangat di perlukan. Minimal bahasa inggris.
  • Presenting, karena berbicara untuk banyak aspek, maka kalian perlu memiliki skill bagaimana menyajikan hasil kerja yang dilakukan, kepada pihak-pihak yang berkaitan.
  • Technical/advance programming? Minimal paham html, JavaScript, dan CSS akan lebih baik. Terutama paham soal bagaimana sebuah konten di render oleh browser.

Kalian mungkin akan bertanya, kenapa saya tidak menggunakan tools audit seperti ahrefs atau semrush dalam menjalankan aktivitas SEO? to be honest, tools itu tidak disediakan saat awal saya bergabung. Butuh waktu setidaknya 6 bulan, untuk meyakinkan CEO bahwa tim membutuhkan 3rd parti tools untuk membantu kerja.

Di sini, ada skill tambahan yang harus dimiliki, yaitu negosiasi. Karena saat melakukan pengajuan dana untuk membeli tools, pertanyaan pertama yang kami terima adalah “berapa peningkatan traffic dan revenue yang bisa kamu hasilkan dari tools ini?”.

Di sini, kemampuan negosiasi menjadi penting agar tetap relevan dalam menentukan target dan KPI.

Apa sih, sebenarnya, tugas seorang SEO Specialist?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top