Apa sih sebenarnya tugas seorang Junior SEO?

Saya yakin masih banyak pertanyaan di luar sana, terkait sebenarnya apa sih pekerjaan atau tugas dan wewenang seorang Junior SEO dalam sebuah perusahaan?

Ya, postingan ini akan lebih banyak perspektif pribadi Saya selama menjalani karir 9+ tahun di dunia SEO, baik dari Agency Side, dan Client Side. Saya memulai karir sebagai seorang SEO Professional dari sebuah Digital Agency bernama doxadigital.com, saat itu sebagai seorang Junior SEO.

Kembali ke masa itu, Pak Viktor Iwan, yang merupakan mentor sekaligus owner dari doxadigital, mendidik saya sangat baik, maaf, ralat, terlampau baik. Bagaimana tidak, mindset saya yang sebelumnya hanya berkutat di “SEO itu cuma butuh Konten, setelah itu banyakin backlink” akhirnya di patahkan selama 2 tahun belajar dan berkarir di sana.

Pekerjaan yang saya lakukan selama menjadi Junior SEO

Karena berada di Agency Side, saya mendapati sebuah gap yang cukup bikin shock jantung, yaitu harus pegang multi-client, dengan multi-niche. Selama 2 tahun bekerja, total setidaknya Saya memegang 20 Client aktif yang continue order (artinya mereka puas dan lanjut pakai jasa SEO kita).

Pada level ini, pekerjaan yang saya lakukan setiap hari adalah sebagai berikut, dan di kelompokan berdasar planning, executing, dan evaluating.

Planning

  1. Melakukan market segmentation terhadap brand. Termasuk mencari tahu, siapa atau konten apa yang paling top performing. Biasanya untuk membantu pekerjaan ini, saya dibekali tools seperti SEO Powersuite, terutama web auditor, yang membantu saya melakukan audit terkait kenapa konten/website tersebut bisa lebih perform.
  2. Melakukan keyword planning. Termasuk mencari keyword apa yang bisa saya optimasi sesuai dengan objektivitas dari brand. Beda urusan kalo brandnya udah minta keyword spesifik, nah keyword planningnya agak lebih sedikit. Tapi minimal saya siapkan 10 keyword.
  3. Melakukan Optimisation planning. Termasuk melakukan audit faktor onpage apa yang belum atau sudah dilakukan (tapi masih belum perform). Di sini saya membuat milestone, karena kita bekerja dengan kontrak minimal 6 bulan, tentu saya buat milestone untuk 6 bulan ke depan.

Executing

  1. Mulai melakukan pekerjaan sesuai dengan milestone yang dibuat, misal jika dalam 1 bulan pertama objektifnya adalah memperbaiki Onpage (termasuk teknis website, UI/UX, dll) hingga hal-hal teknis lainnya seperti mengimplementasikan SEO Onpage pada halaman-halaman yang menjadi target, maka itu semua harus selesai. Makannya kita pakai tools project management seperti Trello, atau tools lain yang fungsinya untuk sama-sama monitor pekerjaan agar sesuai dengan milestone.
  2. Mulai membuat dan posting (jika termasuk dalam paket jasa) artikel yang bisa membantu memberikan informasi kepada crawlbot bahwa web tersebut selalu update dengan konten terbaru.
  3. Melakukan strategi offpage, yaitu berkoordinasi dengan tim social media internal (atau jika social media maintenance di lakukan oleh agency kita, maka saya koordinasi dengan tim social media) untuk melakukan sharing konten di social media milik brand/client.
  4. Jika dalam paket layanan termasuk konten outreach, maka saya juga menghubungi beberapa blogger/media coverages yang bisa membantu menjalankan strategi offpagenya.

Evaluating

  1. Melakukan monitor performa keyword yang menjadi target secara harian, mingguan, dan bulanan (yes, kadang ada client nyebelin yang minta laporan result harian)
  2. Membuat laporan bulanan yang akan di serahkan kepada client, termasuk memberikan saran terkait hal-hal yang bisa dilakukan untuk next period, atau rencana di bulan berikutnya yang berkaitan dengan proyek SEO.

Dari sini, tentu kalian sudah bisa membayangkan setidaknya skill set apa yang perlu di persiapkan sebagai seorang Junior SEO? Ini coba saya bantu berdasar pengalaman saya:

  • Memiliki kemampuan untuk melakukan analisa, baik secara “telanjang” (dalam artian tanpa bantuan tools seperti Ahrefs, SEO Powersuite, Ubersuggest, dll) terkait planning dan executing strategi SEO kalian.
  • Memiliki kemampuan HTML dan UI/UX, tidak perlu harus ngoding sendiri, karena saat kalian tahu basic skill set HTML dan UI/UX, minimal kalian bisa debat cantik dengan developer/owner bisnis/client tanpa harus kebingungan kenapa kalian mau bikin teks Heading (h1) tapi pakai font default browser, bukan font custom, apalagi font handwriting yang ga bisa di render di browser. (saya percaya pasti ada yang pernah ngalamin ini juga)
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, karena percaya, menyampaikan ide untuk membuat website yang SEO Friendly pasti akan selalu terbentur dengan banyak pihak, dan kemampuan komunikasi yang baik merupakan bekal utama. Minimal kurangin kata-kata prokem/gaul yang tidak di mengerti oleh Generasi X dan Generasi Y. Dan komunikasi di sini bukan hanya terjadi dari bicara, tapi juga dari tulisan-tulisan kalian di tiap lembar laporan bulanannya. Pastikan laporan tersebut bisa dibaca dengan baik oleh semua orang, bukan hanya kalian saja.

Nah itu dia pekerjaan yang saya lakukan saat bertugas sebagai seorang Junior SEO, dan harus di ingat, bahwa di tiap perusahaan akan berbeda-beda tergantung kebutuhan dan bentuk bisnisnya.

Untuk postingan berikutnya, saya akan menuangkan pekerjaan yang saya lakukan sebagai seorang SEO Specialist di Jalantikus.com, saya harap kalian masih mau membaca di postingan berikutnya. Agar tidak ketinggalan, jangan lupa klik tombol subscribe push notifnya, ya.

Apa sih sebenarnya tugas seorang Junior SEO?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top