Tidak banyak memang literatur yang bisa mendukung teori tentang seberapa banyak jumlah kata yang harus ada didalam sebuah artikel untuk memudahkan proses SEO kita.
Merujuk terkait update Fred pada 7 Maret 2017, bahwa Google melakukan pembaruan terhadap sistem penilaian Ranking untuk situs-situs dengan low-quality content.
Sebagai sebuah mesin pencari, google memiliki misi untuk mengorganisasi informasi di seluruh dunia, dan membuatnya berguna bagi banyak orang. Jelas, ketika melihat misi tersebut maka Google akan meminta setiap pembuat konten untuk menyajikan informasi yang bisa memuaskan audience yang mengakses informasi melalui mesin pencari nomor 1 global tersebut.
Berapa Panjang Artikel SEO Yang dibutuhkan?
Yang harus kita pahami, sebuah query memiliki konteks didalamnya, dan machine learning berusaha untuk memahami apakah artikel mampu menangkap konteksnya secara utuh.
Jika dalam sebuah artikel dengan jumlah kata sekitar 400-600 kata sudah mampu menangkap konteks yang dimaksud dari sebuah query, maka crawlbot akan menganggap artikel tersebut relevan dan menempati page one.
Bahkan kita mungkin pernah menemukan featured snippet, dimana google menangkap intisari dari query yang ditanyakan oleh user. Sehingga jawaban sudah ada di hadapan user tanpa harus membuka artikel tersebut. Dari sisi praktisi SEO writer, tentu hal ini merupakan kesia-siaan, kenapa? Ya capek udah nulis panjang lebar, tapi yang ditampilkan cuma sepenggal.
Berangkat dari fakta yang ada, itu berarti panjang atau pendek sebuah artikel bukan menjadi faktor penentu apakah situs yang kita miliki ranking terbaik, tapi apakah konten yang kita buat mewakili query yang dimaksud?
